BOGOR - TRANSJURNAL.com - Dalam upaya mengurangi kemacetan di kawasan Puncak selama libur Idul Fitri 1446 H, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah strategis dengan menghentikan sementara operasional angkutan kota (angkot) di jalur tersebut. Sebagai kompensasi, pemerintah memberikan bantuan kepada para pengemudi yang terdampak.
Ketua Organda Kabupaten Bogor, Haryandi, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur Puncak yang kerap mengalami kemacetan parah saat musim liburan.
"Terobosannya adalah tiga trayek angkot di daerah Puncak dikondisikan untuk stop beroperasi selama libur Idul Fitri," ujar Haryandi pada Jumat (28/03/2025).
Sebagai bentuk dukungan, setiap pengemudi angkot jurusan Cisarua yang terkena dampak kebijakan ini akan menerima kompensasi sebesar Rp1.000.000. Selain itu, mereka juga mendapatkan bingkisan yang berasal dari kerja sama dengan Baznas dan Bank Jabar. Total ada 651 pengemudi angkot dari tiga trayek yang mendapatkan bantuan ini.
"Kami menyambut baik program ini. Namun, ke depan kami berharap kompensasi juga diberikan kepada seluruh pengemudi, mengingat dalam satu angkot biasanya ada dua pengemudi yang bekerja secara bergantian," tambahnya.
Lebih lanjut, Haryandi mengusulkan agar ke depan kompensasi juga diberikan kepada pemilik angkot. "Harapannya, kompensasi ini bisa dirasakan oleh pemilik dan pengemudi, sehingga semua pihak yang terdampak dapat merasakan manfaatnya," ujarnya.
Meskipun operasional angkot dihentikan sementara, Haryandi menekankan pentingnya tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.
"Kami menyadari tidak bisa menghentikan operasional angkot secara total karena tetap harus mempertimbangkan kepentingan warga, misalnya mereka yang perlu ke fasilitas kesehatan," pungkasnya.
Laporan : Indrawan